Al-Waqi'ah Jalan Hidayah

Segala puji mutlak hanyalah milik Allah...

Inilah perjalanan spiritualku menemukan diriku yang baru.


2015


Malam itu aku kembali terpuruk, berita 'datang bulan' lagi-lagi melemparkan aku ke dasar yang paling dalam. 4 tahun menanti, kabar bahagia itu tak kunjung datang. Beruntung, Allah tidak pernah meninggalkanku. Betapa tidak tahu malunya aku, sebagai pendosa aku malu menghadap Allah. Namun, aku sadar, jika aku semakin menjauh, maka Allah akan menjauh dariku.

Berserah diri kepada Allah adalah cara yang paling masuk akal, siapa lagi yang dapat aku mintai pertolongan selain Dia.


Sehabis sholat isya, aku membuka ponsel, mencari aplikasi Al-Qur'an, lalu setelah menemukan aplikasi tersebut, jariku sampai pada surat Al-Waqi'ah....


Diawal surat, aku merasakan hal tak biasa, aku merinding membaca artinya ayat demi ayat. Entah karena perasaan yang sedang sensitif kala itu, atau memang itulah hidayah.


"Apabila terjadi hari kiamat,"

"Terjadinya tidak dapat didustakan,"

"(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain)," TQs. Al-Waqi'ah : 1-3


Semakin ke bawah, semakin sesak aku membacanya.


Inilah surat cinta yang Allah berikan kepadaku, melalui ayat demi ayatnya mampu membuka pemikiranku yang dangkal, merubah diriku, membawa aku ke arah kebaikan yang terus aku ingat hingga kini.


Betapa pemurahnya Allah, memeluk diriku yang berada dalam keterpurukan dengan cahaya islam. Hidayah yang Allah berikan aku rengkuh seketika itu juga.


Sudut pandangku tentang kehidupan berubah, keinginan dalam hidup pun ikut berubah. Tujuan berumahtangga bukan lagi tentang hadirnya buah hati, namun jannah lebih aku nanti.


Komentar